Milan - Gol kemenangan AC Milan boleh jadi dibuat oleh Ronaldinho dan Filippo Inzaghi. Tapi penentu tiga angka untuk Milan lebih dikarenakan Carlo Ancelotti. Kata siapa?
Secara bergantian, Ancelotti memasukkan Philippe Senderos, Ronaldinho dan Andriy Shevchenko, sebagai pemain pengganti kala menjamu Lecce, Senin (6/4/2009) dinihari WIB.
Pada prosesnya, ketiga pemain tersebut terbukti mampu mempersembahkan kemenangan. Adalah sundulan Senderos yang diteruskan Dinho yang lahir jadi gol pertama. Sheva sendiri memberikan umpan silang buat Inzaghi yang memastikan tiga poin untuk Milan.
Sudah begitu, keputusan Ancelotti mengubah racikan strategi di babak kedua pun ditunjuk Wakil Presiden Milan Adriano Galliani sebagai titik balik buat 'Rossoneri'.
"Malam ini pertandingan dimenangi Ancelotti, yang memutuskan untuk bermain dengan formasi 4-2-4 di babak kedua, menempatkan Pato di kanan dan Ronaldinho di kiri," tegas dia kepada Domenica Sportiva yang dikutip Goal.
"Itu membuka pelbagai hal di lini depan. Kami menderita di 45 menit pertama, tapi di paruh kedua semuanya berubah. Dalam pertahanan selalu ada risiko karena absennya (Alessandro) Nesta, (Kakhaber) Kaladze, dan (Daniele Bonera)," lanjut Galliani.
Dengan delapan partai sisa, Milan kini menempati posisi tiga klasemen sementara Seri A dengan raihan angka 58.
sumber : detik.com
sori kalo copas, g da waktu buat bikin ulasan
__________________ " someone else or someone like you "
ditambah rumor seputar pindahnya striker Madrid Klaas Jan Huntelaar [huntellar bernegosiasi dengan official Milan ketika klub nya real madrid sedang melakukan pertandingan ] serta kemungkinan pindahnya pemain arsenal cesc fabregas....
FORZA MILAN
__________________ " someone else or someone like you "
Ternyata Rumput dtadion di Italia tidak sebagus di daratan Inggris dan Spanyol :
Gelandang AC Milan Andrea Pirlo mengatakan timnya ingin tampil atraktif dan menggigit seperti Barcelona. Namun keinginan itu terganjal oleh faktor lapangan di Italia yang jelek.
Penampilan Barcelona di lapangan bisa disebutkan fantastis. Azulgrana selalu tampil dengan permainan indah, atraktif, dan juga mematikan.
Apa yang disajikan armada Josep Guardiola itu mendatangkan decak kagum. Kekaguman akan Barca juga diungkapkan oleh Pirlo. Rasa kagum itu juga diikuti keinginan untuk menirunya.
"Menyaksikan permainan Barcelona mendatangkan kepuasan tersendiri. Kami juga berusaha untuk menirunya, tapi ternyata tak mudah," ujar Pirlo seperti dilansir dari Football-Italia.
Gelandang AC Milan itu mengatakan faktor permukaan lapangan menjadi salah satu penghambat. "Lapangan di sini jelek," ujarnya.
"Apakah Anda pernah melihat lapangan di Spanyol atau Inggris? Di sana, lapangannya sempurna. Di Italia tidak ada lapangan yang layak," keluh Pirlo.
"Jelas tak mudah untuk bermain di permukaan ketika bola memantul hingga setinggi lutut,".
__________________ " someone else or someone like you "