Sebuah Film Dokumenter yang konon kabarnya mengambil lokasi di suatu wilayah di Kelurahan Tempelan, Kabupaten Blora, Tentang Ayam Mati di Lumbung Padi. sesuatu yang sepatutnya menjadi renungan kita.
Jenis: Documentary, Media: HDV, Durasi:70 menit
Produksi : Buttonijo Pictures, Tahun : 2008-2009
Sutradara, Editor, Co Produser dan Cerita : Darwin Nugraha
Prestasi :
Dokumenter Terbaik Festival Film Indonesia / FFI 2009
Nominasi Best Documentary Film dokumenter 8thJogja Festival / FFD 2009
Sinopsis :
Cerita berlanjut tentang Negara Indonesia yang nota benenya adalah negara kaya, dan dalam UUD 1945 disebutkan bahwa kekayaan alam dikuasai oleh negara dan digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Tapi dalam waktu setahun mengikuti perjalanan tiga subjek dalam film ini yang hidup dalam sebuah kabupaten yang kaya minyak (Blora?), kita menemukan bahwa sulit bagi warga untuk mencari pekerjaan, layanan kesehatan masyarakat miskin dan masih banyak warga miskin.
alah satu produser film "Ayam Mati di Lumbung Padi" Darwin Nugraha mengatakan, ketiga tokoh itu mewakili potret warga Blora yang kurang mendapatkan kesempatan kerja, pelayanan publik, dan pelayanan kesehatan di negeri kaya minyak. Realitasnya masih banyak orang seperti Seno, Indra, dan Lasno. Setiap kali ada pemilu, mereka hanya menjadi korban kampanye demi pemenangan seseorang atau kelompok. Seharusnya, pemerintah mampu memanfaatkan potensi sumber daya alam itu secara optimal dan digunakan untuk kemakmuran rakyat.
"Kami ingin film dokumenter ini ditonton para pengambil kebijakan sehingga mereka memedulikan dan memberi solusi atas persoalan itu," kata Darwin. Indra, pemain film "Ayam Mati di Lumbung Padi", mengaku senang berperan dalam film itu. Film tersebut bisa menggambarkan ketidakseimbangan bumi-manusia Blora. "Kekayaan dan potensi alam Blora sangat melimpah, terutama minyak dan hutan. Namun, kenapa orang susah mencari kerja dan mendapat pelayanan kesehatan yang baik di daerah sendiri," kata Indra.
susah pake ini aja lah :
Film Ayam MAti di lumbung padi